Hal-Sel, WARTAGLOBAL.id - Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, suasana di Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, tampak berbeda dari biasanya. Halaman Majelis Taklim Az-Zahra dipenuhi puluhan warga yang antusias mengikuti bazar sembako murah yang digelar oleh Harita Nickel, Jumat (20/2) sore. Kegiatan ini menjadi angin segar di tengah kecenderungan kenaikan harga bahan pokok menjelang puasa. Sabtu, 21/02/2024.
Sejak dibuka, warga berbondong-bondong mendatangi lokasi bazar. Di antara kerumunan tersebut, Wa Ati, seorang ibu rumah tangga, tampak sumringah usai membawa pulang tiga paket sembako. Baginya, program ini sangat membantu meringankan beban pengeluaran keluarga.“Sangat-sangat membantu kami para warga. Kami doakan semoga perusahaan bisa berjalan lancar,” ujarnya penuh syukur.
Setiap paket sembako yang nilai aslinya Rp.300.000, dapat ditebus warga hanya dengan Rp150.000. Isinya pun lengkap untuk kebutuhan dapur selama Ramadan, mulai dari 5 kilogram beras, 2 kilogram tepung terigu, 2 kilogram gula pasir, 2 liter minyak goreng, hingga 1 kaleng susu. Tak butuh waktu lama, ratusan paket langsung ludes diserbu pembeli dalam waktu sekitar satu jam.
Namun, manfaat bazar ini tidak hanya dirasakan oleh warga sebagai konsumen. Di balik meja panitia, senyum bahagia juga terpancar dari para pengurus Majelis Taklim Az-Zahra. Maya, salah satu pengurus, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepercayaan yang diberikan perusahaan kepada kelompoknya.
Majelis Taklim Az-Zahra menjadi satu dari empat mitra lokal yang dilibatkan dalam penyelenggaraan bazar ini. Selain Az-Zahra, dua majelis taklim lainnya dan PKK Desa Soligi turut ambil bagian. Menariknya, seluruh hasil penjualan paket sembako tidak disetor kembali ke perusahaan, melainkan dihibahkan sepenuhnya kepada masing-masing kelompok sebagai modal usaha bersama.
“Tentu kami juga sangat senang dan berterima kasih ke perusahaan, karena sudah kasih rezeki,” kata Maya. Dari 120 paket yang dialokasikan kepada kelompoknya, seluruhnya habis terjual dengan total dana terkumpul sebesar Rp18 juta. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk mengembangkan usaha produktif anggota majelis.
Program bazar murah ini direncanakan berlangsung selama empat hari, dari 20 hingga 23 Februari 2026, dengan total 480 paket sembako. Jika seluruh paket terjual habis, maka total perputaran dana yang dikelola oleh empat kelompok mitra tersebut mencapai Rp72 juta. Angka ini dinilai signifikan untuk menggerakkan ekonomi skala mikro di tingkat desa, terutama dalam mendorong kemandirian kelompok perempuan.
Community Relations Manager Harita Nickel, Riyadi Supriadi, menjelaskan bahwa pelibatan mitra lokal dalam bazar Ramadan bukan tanpa alasan. Program ini dirancang agar manfaatnya tidak hanya bersifat sesaat, tetapi berkelanjutan.“Tujuan dari bazar murah ini untuk membantu meringankan beban warga memenuhi kebutuhan pokok. Kami melibatkan mitra lokal agar hasil dari penjualannya bisa digunakan untuk modal usaha bersama, sehingga akan tumbuh kelompok-kelompok ekonomi lokal di Soligi,” jelasnya.
Ia menambahkan, bazar murah Ramadan telah menjadi agenda rutin tahunan perusahaan di desa-desa lingkar operasional. Selain menjaga stabilitas sosial, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kepala Desa Soligi, Madaisi La Siriali, turut memberikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin. Menurutnya, sinergi antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan pembangunan yang inklusif.“Kami berharap sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan pihak perusahaan dapat terus diperkuat melalui kegiatan yang berdampak langsung bagi warga,” pungkasnya.
Bazar Ramadan di Desa Soligi bukan sekadar transaksi jual beli sembako murah. Di balik tumpukan beras dan gula, tersimpan harapan akan dapur yang tetap mengepul selama Ramadan serta tumbuhnya benih-benih kemandirian ekonomi warga. Di tengah tantangan ekonomi yang kerap membayangi jelang bulan puasa, inisiatif ini menjadi bukti bahwa kolaborasi dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
Redaksi: wan
KALI DIBACA