Dalam agenda reses tersebut, Nazlatan menghadirkan Kids Corner, sebuah ruang bermain dan aktivitas anak yang sengaja disediakan agar para ibu yang hadir dapat mengikuti jalannya reses dengan lebih fokus dan nyaman tanpa harus khawatir terhadap aktivitas anak-anak mereka.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk perhatian terhadap keterlibatan perempuan dalam proses penyampaian aspirasi masyarakat. Selama ini, banyak perempuan, terutama para ibu yang memiliki anak kecil, kerap mengalami keterbatasan untuk terlibat aktif dalam forum-forum publik karena harus mendampingi anak.
“Ruang ini sengaja kami hadirkan agar mama-mama yang datang bisa lebih tenang mengikuti diskusi dan menyampaikan aspirasi mereka. Anak-anak tetap punya tempat bermain dan beraktivitas dengan nyaman,” ujar Nazlatan di sela kegiatan reses. Rabu 13/05/2026.
Kehadiran Kids Corner mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Salimuli. Program tersebut dinilai bukan sekadar pelengkap kegiatan, tetapi menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang partisipasi publik yang lebih nyaman dan terbuka bagi perempuan desa.
Pendekatan ini juga dianggap sebagai langkah awal untuk memperkuat keterlibatan perempuan dalam forum-forum aspirasi masyarakat. Sebab, keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya diukur dari pelaksanaannya semata, tetapi juga dari sejauh mana ruang partisipasi itu mampu mendorong keterlibatan masyarakat secara nyata melalui output yang terlihat dan dampak yang dirasakan ke depan.
Bagi Nazlatan, reses bukan sekadar agenda formal DPRD, melainkan ruang mendengar langsung kebutuhan masyarakat tanpa membatasi siapa yang dapat terlibat. Karena itu, pendekatan yang inklusif dan dekat dengan kebutuhan warga menjadi bagian penting dalam setiap kegiatan yang ia lakukan di tengah masyarakat.
Program Kids Corner sendiri dirancang menjadi bagian pendukung dalam kegiatan reses yang dijalankan Nazlatan di berbagai wilayah, sebagai upaya menciptakan forum aspirasi yang lebih terbuka, nyaman, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Redaksi: Iswan
KALI DIBACA