
Wartaglobal.id - Kehadiran Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Kawasi dan Desa Soligi, Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, terus memperkuat akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dasar. Fasilitas tersebut menjadi salah satu tumpuan warga untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan, pelayanan ibu dan anak, hingga edukasi mengenai gizi dan pencegahan stunting. Kamis, 08/09/2026
Di Desa Soligi, pelayanan kesehatan tidak hanya mengandalkan tenaga kesehatan yang bertugas di Pustu, tetapi juga melibatkan kader Posyandu serta dukungan sarana kesehatan dari Harita Nickel. Kolaborasi tersebut mendorong pelayanan kesehatan masyarakat semakin dekat dengan tempat tinggal warga.
Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Selatan, Asia Hasjim, SKM., M.Kes., mengatakan sarana pendukung berupa bangunan dan peralatan medis di Pustu Soligi telah memenuhi standar. Bahkan, dari sisi sumber daya manusia, fasilitas tersebut dinilai memiliki rasio tenaga kesehatan yang memadai untuk melayani jumlah penduduk desa yang kini telah menembus lebih dari 2.500 jiwa.

“Secara standar, pelayanan dasar di tingkat desa biasanya hanya diampu oleh satu perawat atau bidan. Namun, di Pustu Soligi saat ini sudah ditunjang oleh tiga bidan. Hal ini membuat proses pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjalan sangat optimal dan benar-benar sesuai standar,” ujar Asia.
Menurutnya, penguatan pelayanan kesehatan di Soligi juga berjalan beriringan dengan peningkatan fasilitas kesehatan di Desa Kawasi. Pustu Kawasi bahkan dikategorikan sebagai “Pustu Plus” karena memiliki tenaga dokter umum serta didukung sarana dan prasarana kesehatan yang lebih lengkap.
“Pustu Kawasi merupakan satu-satunya Pustu Plus di Halmahera Selatan. Selain memiliki dokter umum, perawat, dan bidan, fasilitas ini juga sudah dilengkapi dengan layanan USG untuk pemeriksaan ibu hamil. Proses pelayanannya sangat baik dan sudah sesuai dengan standar pelayanan kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Asia menambahkan, kolaborasi program kesehatan antara Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dan Harita Nickel sejauh ini berjalan baik. Salah satunya melalui keberlanjutan program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
Edukasi Kesehatan Perlahan Ubah Kebiasaan Warga
Bidan Pustu Soligi, Rasna La Saria, mengungkapkan bahwa ketika pertama kali bertugas, pihaknya menghadapi tantangan berupa kebiasaan dan budaya masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan. Sebagian warga masih lebih memilih pengobatan tradisional menggunakan ramuan daun-daunan, bahkan persalinan masih dipercayakan kepada dukun kampung.
Namun, kondisi tersebut perlahan berubah setelah masyarakat melihat langsung kemampuan tenaga kesehatan dalam menangani pasien, termasuk proses persalinan.
“Seiring berjalannya waktu, termasuk saat warga melihat kami bisa menangani pasien yang bersalin, masyarakat berangsur-angsur menaruh kepercayaan kepada kami dan mulai datang ke fasilitas kesehatan yang tersedia di desa,” jelas Rasna.
Kini, Pustu Soligi mulai ramai dikunjungi ibu-ibu untuk memeriksakan kehamilan. Kunjungan paling banyak biasanya terjadi pada minggu pertama dan kedua setiap bulan. Pelayanan pada waktu tersebut dibuka mulai pukul 08.30 hingga 11.30 WIT.
Untuk meningkatkan keselamatan ibu dan janin, Kelas Ibu Hamil juga digelar secara rutin setiap bulan dengan memanfaatkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Materi yang diberikan mencakup pengenalan tanda bahaya kehamilan, seperti demam tinggi dan pendarahan, serta pentingnya segera mendapatkan pertolongan medis apabila gejala tersebut muncul.
Upaya penanganan masalah gizi dan stunting juga dilakukan secara konsisten melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang dilaksanakan empat kali dalam sebulan.
Selain memperoleh dukungan bahan pangan dari Harita Nickel, kader Posyandu mengolahnya menjadi makanan bergizi dengan memanfaatkan bahan pangan lokal.
“PMT kaya gizi dan berdampak baik bagi anak-anak. Kami sediakan bubur daun kelor, bubur ayam, bubur wortel, serta bubur kacang hijau untuk memberikan asupan serat dan energi tambahan,” ujar Endang Basir, kader Posyandu Desa Soligi.
Menurut para kader, variasi makanan tersebut membantu meningkatkan nafsu makan sekaligus mendorong kenaikan berat badan anak secara bertahap.
Peningkatan pelayanan juga didukung perubahan fasilitas. Sebelumnya, pelayanan kesehatan masyarakat hanya dilakukan di gedung Polindes lama yang sempit dan minim fasilitas. Harita Nickel kemudian membangun gedung Pustu yang lebih layak dengan ruangan representatif serta peralatan medis yang lebih lengkap.

Manfaat program tersebut dirasakan langsung warga. Umra Muahamat, salah satu warga Desa Soligi, mengaku kondisi anaknya mengalami perubahan setelah mengikuti PMT dan menerapkan edukasi gizi yang diberikan kader serta bidan.
“Perubahan yang terjadi pada anak saya sudah jauh berbeda dibandingkan sebelumnya. Sekarang anak saya sudah banyak makan dan berat badannya juga naik. Saya sangat bahagia,” ungkapnya.
Pustu Kawasi Pangkas Jarak Pelayanan Kesehatan
Di Desa Kawasi, Pustu yang berada di Pemukiman Baru hadir untuk mendekatkan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat. Fasilitas tersebut merupakan bagian dari kolaborasi Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dan Harita Nickel dan telah beroperasi secara resmi sejak 2024.
Pelayanan Pustu Kawasi didukung satu dokter umum, lima perawat, dan tiga bidan. Penempatan tenaga kesehatan serta operasional pelayanan berada dalam kewenangan pemerintah.
Layanan yang tersedia meliputi Posyandu ibu dan anak, pengobatan dasar, penyediaan obat-obatan, hingga pemeriksaan USG bagi ibu hamil.
Indah Dewi Siar, warga Pemukiman Baru Desa Kawasi, mengaku keberadaan Pustu sangat membantu keluarganya memperoleh pelayanan kesehatan tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
“Kami merasa sangat terbantu. Di Pustu Kawasi, kami mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang sama seperti yang kami dapatkan di tempat lain. Ini membuat kami tidak kesulitan lagi untuk berobat, termasuk untuk memeriksakan kesehatan anak-anak kami,” tuturnya.
Ia juga merasakan manfaat layanan USG yang tersedia di Pustu Kawasi. Sebelumnya, pemeriksaan tersebut harus dilakukan dengan mendatangi Labuha.“Untuk USG, kami bisa melakukannya lewat Pustu, kalau dulu hanya bisa ke Labuha. Sudah sangat membantu kami,” pungkas Indah.
Redaksi: wan

.jpg)