
HAL-SEL, WARTAGLOBAL.ID – Bagi Siti Marnia, atau yang akrab disapa Mama Nia, kebun bukan sekadar tempat menanam sayuran. Di atas lahan pertanian Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, ia melihat peluang besar bagi perempuan untuk menjadi lebih produktif, mandiri, sekaligus membantu menopang perekonomian keluarga. Jum'at, 02/10/2026.
Sebagai Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT), Mama Nia terus mengajak perempuan di lingkungannya mengembangkan sektor pertanian dan mengolah potensi lokal menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan.
Perjalanan pemberdayaan tersebut berawal dari pengalaman pribadinya sebagai petani. Setelah sebelumnya menggeluti pertanian di Kendari, Mama Nia mulai menggarap lahan di Pulau Obi pada 2015. Setahun kemudian, tepatnya 2016, ia mulai menjalin kemitraan dengan Harita Nickel.
Sejak saat itu, aktivitas pertanian kelompoknya mengalami perkembangan melalui pendampingan budidaya serta dukungan sarana produksi, mulai dari pupuk, greenhouse, hingga mesin bajak.
Persoalan pemasaran hasil panen yang sebelumnya menjadi tantangan perlahan menemukan jalan keluar. Sayuran yang dihasilkan petani kini dapat terserap melalui perusahaan, supplier, hingga pasar lokal.
Perubahan tersebut turut berdampak pada efisiensi biaya produksi. Mama Nia mengungkapkan, kebutuhan modal yang sebelumnya mencapai 100 persen kini dapat ditekan hingga sekitar 30 persen berkat dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR).
“Harita Nickel bukan sekadar memberi bantuan, tetapi hadir mendampingi kami. Mulai dari pengadaan pupuk, greenhouse, hingga mesin bajak. Dengan adanya program CSR Harita, kami sangat terbantukan karena modal yang tadinya 100% bisa kami pangkas hingga tersisa 30%. Hasil panen sayur kami pun kini langsung diserap ke perusahaan, supplier, hingga pasar lokal demi kemajuan para petani di Pulau Obi,” ujar Mama Nia.
Dedikasi Mama Nia dalam menggerakkan perempuan melalui sektor pertanian mendapat pengakuan pada ajang CSR & Pembangunan Desa Berkelanjutan (PDB) Awards 2026. Ia menerima penghargaan Local Hero kategori Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus atas kontribusinya dalam pemberdayaan dan pembangunan masyarakat di Pulau Obi.
Penghargaan tersebut menjadi bagian dari enam apresiasi yang diterima PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel dalam ajang yang diselenggarakan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama Indonesia Social Sustainability Forum (ISSF) di Jakarta Selatan, Senin (28/9/2026).
Selain pemberdayaan perempuan melalui pertanian, Harita Nickel juga mengembangkan sejumlah program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) untuk menjawab kebutuhan masyarakat setempat.
Program PELITA menghadirkan pelatihan keterampilan bagi masyarakat lokal agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja. Sejak diluncurkan pada 2023, program ini telah memasuki lima batch dan menghasilkan ratusan lulusan.
Di Desa Kawasi, program KAWASI BERSERI mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah, mulai dari pemilahan hingga pengolahan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Sementara Rumah Belajar menjadi ruang pendukung bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi di luar kegiatan sekolah.
Penguatan ekonomi lokal juga dilakukan melalui SENTANI yang mendampingi kelompok tani meningkatkan produktivitas pertanian di Desa Buton. Adapun KWT Soligi menjadi wadah bagi perempuan untuk meningkatkan kapasitas dan mengembangkan kegiatan ekonomi produktif berbasis potensi lokal.
Dalam PDB Awards 2026, PELITA, KAWASI BERSERI, dan Rumah Belajar masing-masing meraih penghargaan Gold. Sementara SENTANI dan KWT Soligi memperoleh Silver. Penghargaan Local Hero untuk Mama Nia melengkapi enam penghargaan yang diterima Harita Nickel.
Director of Health, Safety, and Environment (HSE) Harita Nickel, Tonny Gultom, mengatakan program PPM diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat agar semakin mandiri dan mampu mengembangkan potensi wilayahnya.
“Program PPM kami diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat agar semakin mandiri dan mampu mengembangkan potensi di wilayahnya. Karena itu, kami berupaya membangun program bersama masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal,” ujar Tonny.
Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria, turut menyampaikan bahwa dunia usaha merupakan mitra strategis dalam pembangunan desa.
Menurutnya, kontribusi dunia usaha dapat mendorong lahirnya inovasi, komitmen, serta praktik terbaik dalam pengembangan desa berkelanjutan.
“Penghargaan ini tidak hanya menjadi simbol pengakuan tetapi juga menjadi instrumen untuk mendorong lahirnya inovasi, komitmen serta praktik terbaik dalam pengembangan desa yang berkelanjutan,” katanya.
Bagi Mama Nia, perjalanan dari kebun menuju pasar menjadi bukti bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari potensi yang telah dimiliki.
Dari hasil panen yang terserap pasar hingga semakin terbukanya ruang bagi perempuan untuk terlibat dalam kegiatan produktif, pertanian kini menjadi salah satu jalan bagi masyarakat Pulau Obi untuk memperkuat kemampuan, meningkatkan penghasilan, dan membangun kemandirian ekonomi keluarga.
Redaksi : wan

.jpg)