Air Mata dan Kenangan dari desa Doitia Loloda Utara: Kebaikan Abdul Ghani Kasuba Masih Hidup di Tengah Masyarakat - Warta Global Malut

Mobile Menu

More News

logoblog

Air Mata dan Kenangan dari desa Doitia Loloda Utara: Kebaikan Abdul Ghani Kasuba Masih Hidup di Tengah Masyarakat

Sunday, 17 May 2026
Halut, WartaGlobalMalut.id — Di tengah sunyinya Desa Doitia, Kecamatan Loloda Utara, nama Abdul Ghani Kasuba masih disebut dengan penuh haru oleh masyarakat adat. Bagi mereka, sosok mantan Gubernur Maluku Utara dua periode itu bukan sekadar pejabat daerah, melainkan seorang pemimpin yang pernah hadir, mendengar, dan membantu masyarakat kecil tanpa melihat latar belakang. Minggu 17/05.

Hingga hari ini, para saksi hidup di Desa Doitia masih menyimpan cerita tentang kebaikan Abdul Ghani Kasuba. Di antara mereka adalah Ketua Adat Malaiye dan Dewan Adat Fabian Tube, yang mengaku berbagai bantuan dari mantan gubernur itu masih membekas dalam ingatan masyarakat.

Dengan suara lirih, Ketua Adat Malaiye mengenang bagaimana Abdul Ghani Kasuba pernah membantu pembangunan gereja di desa mereka dengan memberikan material tehel. Bantuan itu, menurutnya, bukan hanya sekadar material bangunan, tetapi simbol perhatian seorang pemimpin kepada masyarakat di pelosok Loloda Utara.
“Haji Ghani itu orangnya sangat baik dan berwibawa. Beliau pernah bantu torang kase tehel untuk gereja di desa ini. Sampai sekarang gereja itu masih ada dan jadi salah satu yang paling besar di kampung,” ungkap Ketua Adat dengan penuh kenangan.

Kesaksian serupa juga disampaikan Dewan Adat Fabian Tube. Ia mengingat dengan jelas bagaimana dirinya bersama rombongan masyarakat Doitia pernah diterima langsung di kediaman Abdul Ghani Kasuba di Ternate pada tahun 2013.

Bukan hanya diterima sebagai tamu, mereka bahkan diajak makan bersama dan dipersilakan menginap selama dua malam. Dalam pertemuan itu, Abdul Ghani Kasuba juga memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp10 juta kepada masyarakat.
“Haji Ghani pernah bantu torang waktu tong datang di Ternate. Tong diajak makan bersama, disuruh tinggal di rumah beliau selama dua malam, lalu torang juga dikase bantuan Rp10 juta. Kebaikan itu tong tidak pernah lupa,” tutur Fabian Tube.

Bagi masyarakat Desa Doitia, kenangan tentang Abdul Ghani Kasuba bukan dibangun dari pidato atau pencitraan, melainkan dari tindakan nyata yang mereka rasakan langsung. Di mata mereka, sosok mantan gubernur itu tetap dikenang sebagai pemimpin yang pernah menyentuh kehidupan masyarakat kecil dengan ketulusan.

Di balik berbagai dinamika yang kini terjadi, masyarakat adat Doitia memilih untuk tetap mengingat sisi kemanusiaan dan pengabdian yang pernah diberikan Abdul Ghani Kasuba untuk Maluku Utara. Sebab bagi mereka, kebaikan yang tulus akan selalu hidup dalam ingatan rakyat.




Redaksi: Iswan

KALI DIBACA