Figur muda ini bukan sekadar membawa nama besar keluarga sebagai putri dari mantan Gubernur Abdul Gani Kasuba. Lebih dari itu, Nazlatan hadir dengan identitas politiknya sendiri tegas, terukur, dan berani.
Sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dari Fraksi Partai Gerindra, ia menunjukkan kapasitas yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Di Komisi I, yang membidangi pemerintahan dan hukum, Nazlatan tampil dengan analisis tajam serta sikap kritis dalam menjalankan fungsi pengawasan.
Pendekatannya yang detail serta kedekatan dengan masyarakat membangun kepercayaan baru di tengah publik. Ia tidak hanya hadir sebagai simbol regenerasi, tetapi sebagai representasi perubahan cara berpikir dalam politik lebih responsif, lebih berani, dan lebih berpihak.
Di berbagai lapisan masyarakat, mulai dari tokoh muda hingga warga akar rumput, mulai bermunculan harapan agar Nazlatan melangkah lebih jauh dalam kontestasi politik.
“Kalau melihat cara kerjanya sekarang, kami berharap Ibu Nazlatan bisa maju sebagai calon gubernur. Maluku Utara butuh pemimpin yang berani dan dekat dengan rakyat,” ungkap Sumber.
Harapan serupa juga datang dari kalangan Aktivis Lokal bernama Arjun, Dia menilai kehadiran Nazlatan membawa energi baru yang selama ini dirindukan dalam kepemimpinan daerah.
“Sudah saatnya ada perubahan. Figur muda seperti Nazlatan bisa membawa harapan baru bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” Tegas Arjun.
Gelombang dukungan ini menunjukkan bahwa kehadiran Nazlatan bukan hanya diperhitungkan di tingkat elite politik, tetapi juga mulai mendapatkan legitimasi dari bawah.
Kini, kehadiran Nazlatan bukan lagi sekadar fenomena, melainkan kekuatan politik baru yang mulai diperhitungkan serius. Dalam lanskap yang terus bergerak, satu hal menjadi jelas: peta politik Maluku Utara sedang berubah dan Nazlatan Ukhra Kasuba berada di pusat arus perubahan itu.
Redaksi: Iswan
KALI DIBACA