Hal-Sel, WARTAGLOBAL.id — Tokoh masyarakat Kabupaten Halmahera Selatan, Samsudin Hamadin, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di tengah perkembangan arus informasi yang semakin cepat di media sosial. Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat agar tetap harmonis, damai, dan terhindar dari berbagai potensi konflik yang dapat memecah persatuan.
Samsudin Hamadin yang dikenal sebagai salah satu tokoh berpengaruh di Halmahera Selatan itu sebelumnya pernah menjabat sebagai Sekretaris Muhammadiyah Halmahera Selatan serta Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Halmahera Selatan. Pengalaman panjangnya dalam organisasi keagamaan dan sosial membuat dirinya terus aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersamaan dan persaudaraan.
Dalam keterangannya, Samsudin menghimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu bernuansa SARA yang kerap beredar di media sosial maupun melalui informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi saat ini memberikan dampak besar terhadap kehidupan sosial masyarakat, sehingga diperlukan sikap bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.
“Jangan mudah percaya terhadap narasi provokatif yang beredar di media sosial sebelum memastikan kebenarannya. Masyarakat harus mampu memfilter informasi dengan baik agar tidak terjebak pada isu-isu yang dapat memecah belah persaudaraan,” ujar Samsudin Hamadin, Sabtu (24/05/2026).
Ia menilai, penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks sangat berbahaya apabila diterima mentah-mentah oleh masyarakat tanpa dilakukan verifikasi terlebih dahulu. Karena itu, dirinya meminta seluruh warga untuk lebih mengedepankan sikap tabayyun atau mencari kejelasan sebelum mengambil kesimpulan terhadap suatu persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Samsudin juga mengingatkan bahwa masyarakat Halmahera Selatan memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang sejak dahulu menjadi perekat hubungan sosial antarwarga. Salah satu nilai tersebut adalah falsafah hidup masyarakat Maluku Utara yang dikenal dengan makna Saruma atau “Satu Rumah”.
Menurutnya, filosofi tersebut bukan hanya sekadar semboyan, melainkan identitas kolektif yang menjadi “lem sosial” dalam menjaga hubungan kekeluargaan, toleransi, dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Halmahera Selatan.
“Nilai kearifan lokal yang diwariskan leluhur kita harus terus dijaga. Halmahera Selatan ini adalah rumah bersama bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun latar belakang. Karena itu, persatuan dan rasa saling menghargai harus terus dipelihara,” ungkapnya.
Samsudin menambahkan, dalam kehidupan bermasyarakat tentu akan selalu ada perbedaan pendapat maupun persoalan sosial yang muncul. Namun demikian, dirinya berharap seluruh pihak dapat menyelesaikan setiap persoalan secara bermartabat, damai, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Ia menegaskan bahwa pendekatan dialog, musyawarah, dan penghormatan terhadap hukum merupakan langkah terbaik dalam menjaga stabilitas daerah. Dengan demikian, kondisi keamanan dan ketentraman masyarakat dapat terus terpelihara dengan baik.
“Jika ada persoalan, mari diselesaikan secara baik-baik, secara damai dan bermartabat sesuai aturan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan kecil berkembang menjadi konflik yang merugikan semua pihak,” katanya.
Di akhir penyampaiannya, Samsudin Hamadin mengajak seluruh masyarakat Halmahera Selatan untuk bersama-sama menjaga daerah agar tetap aman, rukun, dan harmonis. Ia berharap semangat persaudaraan yang telah lama terbangun di Bumi Saruma dapat terus dipertahankan demi masa depan daerah yang lebih baik.
“Mari torang sama-sama jaga Halsel ini sebagai rumah bersama yang aman, damai, dan penuh persaudaraan. Persatuan adalah kekuatan utama kita dalam membangun daerah,” tutupnya.
Redaksi: wan
KALI DIBACA