
WARTAGLOBAL.ID - Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, memberikan peringatan keras kepada kelompok nelayan penerima bantuan pemerintah agar tidak memperjualbelikan armada tangkap yang telah disalurkan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP). Kamis, 15/10/2026.
Peringatan tersebut disampaikan Bassam Kasuba saat menyerahkan secara simbolis bantuan 50 unit armada tangkap kepada kelompok nelayan di lokasi galangan fiber, Pantai Desa Gandasuli, Kecamatan Bacan Selatan, Rabu (14/10/2026).
Bassam menegaskan, bantuan armada tangkap yang diberikan pemerintah bukan untuk menjadi komoditas pribadi yang dapat diperjualbelikan sesuka hati. Bantuan tersebut memiliki tujuan jelas, yakni memperkuat aktivitas nelayan sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat pesisir.
Menurutnya, armada yang diberikan harus dipergunakan sesuai peruntukannya. Pemerintah tidak ingin bantuan yang bersumber dari anggaran daerah justru berpindah tangan dan keluar dari wilayah Halmahera Selatan.
Bassam bahkan mengaku pernah menemukan armada bantuan pemerintah yang masih menggunakan identitas program Halmahera Selatan berada di luar daerah.
“Saya bukan menuduh dan bukan mengancam, tapi kali ini saya harus menyampaikan secara tegas, jika bantuan pemerintah diperjualbelikan, maka kita proses sesuai aturan yang berlaku,” tegas Bassam kepada perwakilan kelompok nelayan.
Pernyataan tersebut menjadi peringatan serius bagi seluruh penerima bantuan agar tidak menyalahgunakan fasilitas yang diberikan pemerintah. Bassam menilai, setiap bantuan yang disalurkan memiliki tanggung jawab sosial karena diperuntukkan bagi kepentingan kelompok dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa bantuan armada tangkap yang diserahkan kepada kelompok nelayan bukan merupakan milik pribadi ketua maupun salah satu anggota kelompok.
“Bantuan ini diberikan kepada kelompok nelayan. Artinya, bantuan tersebut bukan milik pribadi, tetapi milik kelompok. Semua anggota yang tergabung dalam kelompok tersebut harus bisa memanfaatkan armada itu,” jelasnya.
Karena itu, Bassam meminta para penerima bantuan membangun pengelolaan secara terbuka dan adil. Armada yang diberikan pemerintah harus benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan penangkapan ikan dan mendukung penghidupan para nelayan.
Di sisi lain, Bupati juga meminta DKP Halmahera Selatan bersama para penyuluh perikanan memperkuat pengawasan terhadap seluruh bantuan yang telah disalurkan. Monitoring dinilai penting untuk memastikan armada tidak hanya diterima secara administratif, tetapi benar-benar digunakan oleh masyarakat penerima.
“Saya minta DKP dan penyuluh perikanan setiap saat harus melakukan monitoring untuk memastikan bantuan yang disalurkan dipergunakan sesuai fungsinya,” ujarnya.
Bassam juga meminta agar setiap kerusakan armada segera dilaporkan kepada pemerintah untuk mendapatkan penanganan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Jika ada yang rusak, laporkan agar bisa diperbaiki. Saya tegaskan sekali lagi, bantuan armada tidak boleh dijual meskipun sudah rusak,” tegasnya.
Peringatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan ingin memastikan program bantuan tidak berhenti pada tahap penyerahan. Pemerintah menargetkan bantuan benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat nelayan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Halmahera Selatan, Idris Ali, menjelaskan bahwa bantuan armada tangkap yang diserahkan tahun ini berjumlah 50 unit dengan berbagai jenis dan spesifikasi.
Bantuan tersebut terdiri atas perahu fiber glass 1 GT dengan mesin 15 PK sebanyak 21 unit, perahu fiber glass 1 GT dengan mesin 20 PK sebanyak 3 unit, perahu fiber glass 2 GT dengan mesin 40 PK sebanyak 1 unit, serta dua unit rumpon laut dangkal.
Selain itu, terdapat bantuan mesin outboard 15 PK, perahu fiber glass 1 GT dengan mesin 15 PK sebanyak 16 unit, satu unit perahu fiber glass 1 GT tanpa mesin, serta delapan unit perahu fiber glass 0,5 GT tanpa mesin.
Idris mengatakan, keseluruhan bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor perikanan sekaligus mendukung program pembangunan berbasis agromaritim di Halmahera Selatan.
“Untuk tahun ini, jumlah bantuan armada tangkap yang kita salurkan sebanyak 50 unit. Bantuan armada yang kita salurkan ini merupakan bagian dari menyukseskan program Agromaritim yang digagas Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati,” pungkas Idris.
Redaksi: wan

.jpg)