By
Redaksi Warta Global
-
Tuesday, 20 January 2026
Halmahera Selatan, WartaGlobal.id — Kondisi dermaga keberangkatan Pelabuhan Babang, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, mengalami kerusakan serius dan belum mendapat penanganan. Sejumlah bagian dermaga terlihat berlubang dan rapuh, padahal fasilitas tersebut digunakan setiap hari oleh masyarakat sebagai jalur utama transportasi laut, Selasa, 20/01. Situasi ini memunculkan kritik terhadap kinerja Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Babang. Sebagai penanggung jawab operasional pelabuhan, UPP memiliki kewajiban memastikan kelayakan infrastruktur, keselamatan penumpang, serta kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP). Namun kondisi di lapangan menunjukkan fungsi pengawasan dan pemeliharaan tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Kerusakan dermaga berpotensi menimbulkan kecelakaan, terutama saat aktivitas naik dan turun penumpang serta bongkar muat barang. Risiko tersebut lebih besar bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penumpang dengan barang bawaan. Hingga saat ini tidak terlihat adanya perbaikan darurat maupun pengamanan sementara untuk meminimalkan risiko.
Pelabuhan Babang merupakan simpul transportasi penting bagi wilayah Bacan dan sekitarnya. Dermaga menjadi bagian krusial dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi. Karena itu, pembiaran terhadap kerusakan fasilitas publik ini dinilai sebagai kelalaian serius yang dapat berdampak langsung pada keselamatan pengguna jasa pelabuhan.
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kepala UPP Kelas II Babang terkait kondisi dermaga dan langkah perbaikan. Namun hingga rilis ini disusun, belum ada keterangan resmi yang diberikan. Tidak adanya penjelasan memperkuat kekhawatiran publik terhadap lemahnya respons pengelola atas persoalan keselamatan.
Masyarakat mendesak instansi terkait segera melakukan perbaikan dan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan Pelabuhan Babang. Perbaikan infrastruktur dinilai mendesak dan tidak seharusnya menunggu terjadinya kecelakaan.
“Dermaga ini dipakai setiap hari. Kalau rusak dan dibiarkan, itu membahayakan. Pengelola harus bertanggung jawab,” ujar seorang warga Babang.