Dari Euforia Piala Dunia Menuju Harmoni Kehidupan, Suporter Brazil Bacan Timur Pilih Menebar Cinta dan Menguatkan Persaudaraan Lintas Agama Lewat Aksi Sosial.
By
REDAKSI PUSAT
-
Tuesday, 23 June 2026
Ilustrasi Gambar Dari Foto ASLI
Halmahera Selatan, WartaGlobal.Id – Di tengah hiruk pikuk perhelatan Piala Dunia yang menyedot perhatian masyarakat dunia, sekelompok pencinta sepak bola di Kecamatan Bacan Timur memilih memaknai olahraga dengan cara yang lebih dalam. Mereka tidak hanya larut dalam euforia kemenangan dan kekalahan, tetapi menjadikan kecintaan terhadap Tim Nasional Brazil sebagai sarana merawat persaudaraan, memperkuat toleransi, dan meneguhkan nilai-nilai kemanusiaan yang telah diwariskan para leluhur.
Tim Suporter Brazil Bacan Timur dalam waktu dekat akan melaksanakan kegiatan bakti sosial di sejumlah rumah ibadah milik umat Muslim maupun non-Muslim. Kegiatan tersebut bukan sekadar agenda sosial biasa, melainkan simbol bahwa semangat persatuan dapat tumbuh dari mana saja, termasuk dari kecintaan terhadap sepak bola.
Di tengah berbagai tantangan yang berpotensi menggerus rasa kebersamaan, komunitas suporter ini justru ingin menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan bukan alasan untuk saling menjauh. Sebaliknya, keberagaman merupakan kekuatan yang harus dijaga agar tetap menjadi fondasi kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.
Ketua Tim Suporter Brazil Bacan Timur, Zulaibam A. Hi. Ali, mengatakan bahwa olahraga sesungguhnya mengajarkan nilai-nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar perebutan gelar juara. Menurutnya, sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan hati dan membangun hubungan yang penuh kasih antarsesama.
"Kami ingin membuktikan bahwa kecintaan terhadap sepak bola tidak berhenti pada dukungan kepada tim favorit semata. Melalui kegiatan bakti sosial di rumah-rumah ibadah, kami ingin menanamkan pesan bahwa persaudaraan, cinta kasih, dan penghormatan terhadap perbedaan harus terus dijaga. Piala Dunia boleh berlangsung beberapa pekan, tetapi semangat persatuan harus hidup sepanjang masa," ujar Zulaibam.
Ia menegaskan, nilai-nilai kebersamaan yang selama ini hidup di tengah masyarakat Bacan Timur merupakan warisan yang tak ternilai dari para orang tua dan leluhur. Warisan tersebut, kata dia, harus dijaga dan diteruskan kepada generasi mendatang agar tidak tergerus oleh berbagai kepentingan yang dapat memecah persatuan.
"Para pendahulu telah mengajarkan bagaimana hidup berdampingan dengan damai, saling menghormati, dan saling menjaga tanpa memandang perbedaan agama. Nilai itulah yang ingin kami rawat. Jangan sampai semangat persaudaraan yang sudah dibangun sejak zaman nenek moyang menjadi pudar hanya karena perbedaan yang seharusnya menjadi kekayaan bersama," katanya.
Menurut Zulaibam, kemenangan terbesar dalam kehidupan bukan hanya ketika sebuah tim mengangkat trofi juara, melainkan ketika masyarakat mampu menjaga cinta kasih, merawat kerukunan, dan menghadirkan kedamaian di tengah keberagaman.
Karena pada akhirnya, lapangan hijau hanya menyajikan pertandingan selama 90 menit. Sementara persaudaraan, toleransi, dan cinta antarsesama merupakan warisan yang harus terus dijaga dari generasi ke generasi.
"Jika sepak bola mampu menyatukan jutaan manusia di seluruh dunia, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menjaga persaudaraan di tanah yang sama. Kemenangan yang paling indah adalah ketika cinta dan keharmonisan tetap hidup di tengah masyarakat," tutup Ketua Tim Suporter Brazil Bacan Timur, Zulaibam A. Hi. Ali.