
WARTAGLOBAL — Obi, 29 Agustus 2025 | Suasana Desa Buton, Kecamatan Obi, dari hari Senin 25/08 sampai dengan Rabu (27/8/2025) terasa berbeda. Jalanan desa tampak ramai dipenuhi masyarakat yang antusias menyaksikan berbagai perlombaan dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara tersebut menjadi lebih istimewa karena sekaligus menjadi penutup kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Nurul Hasan (UNSAN) Bacan di desa tersebut.
Kegiatan ini berlangsung penuh semangat, hasil kolaborasi antara mahasiswa KKN UNSAN dan pemuda Desa Buton. Berbagai lomba digelar, mulai dari lomba balap karung, tarik tambang, hingga lomba tradisional lainnya yang melibatkan anak-anak, remaja, hingga orang tua. Kehangatan dan keceriaan terpancar di wajah seluruh warga yang hadir, mencerminkan semangat kebersamaan serta nilai gotong royong yang masih kuat di masyarakat desa.
Sekretaris Desa Buton, Usman Abdin, memberikan apresiasi besar terhadap inisiatif mahasiswa KKN UNSAN yang bersinergi dengan pemuda desa dalam menghadirkan kegiatan yang bermanfaat.
"Kami dari pemerintah desa merasa bangga sekaligus berterima kasih. Mahasiswa KKN UNSAN tidak hanya menjalankan program kerja mereka, tetapi juga meninggalkan kesan baik dengan melibatkan masyarakat dalam kegiatan kemerdekaan ini. Semoga kerja sama semacam ini bisa terus berlanjut di masa mendatang,” ujar Usman Abdin saat ditemui di lokasi kegiatan.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa selama KKN telah membawa warna baru di Desa Buton. Selain melaksanakan program kerja di bidang pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat, mereka juga berhasil mengakhiri kegiatan dengan sesuatu yang berkesan bagi warga desa.
Sementara itu, Kepala Desa Buton, Amir Lasiti, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya sekadar lomba untuk memeriahkan HUT RI, tetapi juga menjadi ajang mempererat hubungan antarwarga dan mahasiswa.
“Kegiatan ini adalah momentum yang sangat baik. Di samping memeriahkan hari kemerdekaan, lomba-lomba ini membuat masyarakat saling berinteraksi lebih dekat, menumbuhkan rasa kebersamaan, serta mempererat tali silaturahmi. Hal ini sangat penting untuk menjaga kekompakan dan persatuan di Desa Buton,” jelas Amir.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah desa selalu mendukung kegiatan positif yang mampu mendorong partisipasi masyarakat, terutama yang melibatkan pemuda. Menurutnya, pemuda adalah motor penggerak pembangunan desa yang harus terus diberi ruang untuk berkarya.
Seorang tokoh masyarakat Desa Buton, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan rasa bangga terhadap semangat para pemuda dan mahasiswa.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Pemuda Desa Buton harus terus menjadi penggerak dalam menghadirkan aktivitas yang bermanfaat, baik untuk mempererat kebersamaan maupun untuk kemajuan desa. Dengan adanya dukungan dari masyarakat dan pemerintah desa, saya yakin hal-hal positif seperti ini bisa terus berlanjut,” ungkapnya.
Menurut tokoh masyarakat tersebut, keterlibatan pemuda dalam kegiatan kemasyarakatan adalah bukti nyata bahwa generasi muda memiliki kepedulian terhadap lingkungannya.
Mahasiswa KKN UNSAN yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya di Desa Buton menyampaikan rasa syukur sekaligus ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat desa yang telah menerima mereka dengan tangan terbuka.
“Kami merasa sangat berterima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Buton, terutama pemerintah desa, yang telah mendampingi dan mendukung setiap program kerja kami. Selama kurang lebih satu bulan berada di sini, kami mendapat banyak pengalaman berharga dan pelajaran hidup yang tidak akan terlupakan,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa KKN.
Mereka juga berharap program-program kecil yang telah mereka jalankan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, serta meninggalkan jejak positif yang bisa dilanjutkan oleh pemuda desa.
Kegiatan ini menjadi penutup yang indah bagi mahasiswa UNSAN Bacan yang melaksanakan KKN di Desa Buton tahun 2025. Selain meninggalkan program kerja, mereka juga memberikan kenangan manis berupa kolaborasi positif dengan masyarakat desa.
Perpaduan antara semangat mahasiswa, energi pemuda desa, serta dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat menjadikan kegiatan lomba ini lebih dari sekadar perayaan HUT RI. Ia menjadi simbol sinergi, persatuan, dan harapan untuk masa depan Desa Buton yang lebih kompak dan maju.
Dengan berakhirnya kegiatan KKN, mahasiswa UNSAN pun resmi pamit, namun ikatan silaturahmi yang terjalin selama mereka berada di desa diharapkan akan tetap terjaga. Masyarakat pun menyampaikan doa dan harapan agar para mahasiswa sukses dalam melanjutkan pendidikan dan kehidupan mereka setelah kembali ke kampus.
Reporter : Faldi Usman
KALI DIBACA