Ketua DMI Hal-Sel Ingatkan Masyarakat Jaga Kondisi Daerah di Tengah Dinamika Nasional - Warta Global Malut

Mobile Menu


More News

logoblog

Ketua DMI Hal-Sel Ingatkan Masyarakat Jaga Kondisi Daerah di Tengah Dinamika Nasional

Friday, 29 August 2025

Hal-Sel, WARTAGLOBAL.id – Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Halmahera Selatan, Nasaruddin Kausaha, angkat bicara terkait maraknya dinamika nasional yang kini ikut berimbas hingga ke daerah-daerah. Menurutnya, kondisi bangsa yang tengah diliputi berbagai macam aksi dan penyampaian aspirasi di sejumlah kota besar hendaknya tidak menimbulkan dampak buruk di daerah, termasuk di Halmahera Selatan.

Nasaruddin menegaskan bahwa aksi menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara sebagaimana dijamin dalam undang-undang. Namun, ia mengingatkan bahwa kebebasan tersebut harus dilakukan dengan cara yang santun, damai, dan tetap mengedepankan kepentingan bersama. “Kita semua memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi, tapi jangan sampai hak itu berubah menjadi tindakan anarkis yang justru merugikan masyarakat luas,” ujarnya saat ditemui di Labuha, Jumat (29/8).

Menurutnya, berbagai aksi yang berlangsung di tingkat nasional memang kerap memicu efek domino hingga ke daerah. Para mahasiswa, pemuda, hingga elemen masyarakat lainnya turut menggelar demonstrasi dengan mengangkat isu yang sama. Hal itu, kata Nasaruddin, sah-sah saja selama tetap menjunjung tinggi etika dan aturan hukum yang berlaku. “Hal terpenting adalah bagaimana kita menjaga kondisi daerah agar tetap aman, damai, dan tidak menimbulkan persoalan baru,” tambahnya.

Lebih jauh, Ketua DMI Hal-Sel ini menekankan pentingnya menjaga keharmonisan antarwarga di tengah perbedaan pandangan politik maupun sosial. Ia menilai, di daerah seperti Halmahera Selatan, stabilitas dan keamanan merupakan modal utama untuk pembangunan. Bila kondisi sosial terganggu oleh aksi-aksi yang tidak terkendali, maka dampaknya bisa berimbas pada masyarakat kecil, terutama pedagang, nelayan, dan petani.

“Ketika terjadi kericuhan, siapa yang paling dirugikan? Tentu masyarakat kecil. Mereka yang sehari-hari berjualan di pasar, mencari nafkah di laut, atau menggarap sawah bisa terdampak langsung. Maka dari itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk bijak dalam menyikapi dinamika nasional. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya,” tegas Nasaruddin.

Ia juga berharap aparat keamanan dan pemerintah daerah dapat terus berkoordinasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda dalam meredam potensi konflik sosial. Menurutnya, kolaborasi lintas elemen sangat penting agar situasi tetap kondusif. DMI sebagai organisasi yang menaungi masjid-masjid juga siap berperan aktif dalam mengedukasi jamaah tentang pentingnya menjaga persatuan.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pencerahan umat. Melalui mimbar, para imam dan khatib dapat menyampaikan pesan-pesan persaudaraan, perdamaian, serta larangan melakukan tindakan kekerasan. Kami di DMI mendorong agar para dai dan ulama lebih aktif memberikan pencerahan kepada masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Nasaruddin mengingatkan generasi muda agar tidak menyalahgunakan momentum aksi untuk kepentingan sesaat. Ia menekankan pentingnya menyalurkan energi kritis melalui jalur yang konstruktif, seperti dialog publik, forum diskusi, maupun audiensi dengan pihak berwenang. “Generasi muda harus jadi motor perubahan, tapi dengan cara yang elegan. Jangan sampai gerakan yang seharusnya memperjuangkan kepentingan rakyat justru menimbulkan kerugian bagi rakyat itu sendiri,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin juga mengapresiasi masyarakat Halmahera Selatan yang selama ini dikenal dengan tradisi gotong royong dan nilai kearifan lokal yang kuat. Ia berharap nilai-nilai itu tetap dijaga sebagai benteng menghadapi gejolak politik dan sosial. “Kalau daerah kita rusak karena konflik, siapa yang akan membangunnya kembali? Karena itu mari kita jaga Halmahera Selatan bersama-sama,” pungkasnya.

Dengan pesan ini, Ketua DMI Halsel menegaskan bahwa menjaga ketenteraman daerah adalah tanggung jawab bersama. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap bersatu, menahan diri dari aksi-aksi provokatif, dan memprioritaskan kepentingan daerah di atas kepentingan kelompok. “Mari kita buktikan bahwa Halmahera Selatan bisa menjadi contoh daerah yang damai, meski bangsa sedang dilanda dinamika besar,” tutupnya.

Redaksi:Wan

KALI DIBACA