Pelayanan Dinilai Terburuk, Kinerja Polsek Obi Disorot Warga - Warta Global Malut

Mobile Menu

More News

logoblog

Pelayanan Dinilai Terburuk, Kinerja Polsek Obi Disorot Warga

Saturday, 7 February 2026

Hal-Sel, WARTAGLOBAL.id — Keberadaan Kepolisian Sektor (Polsek) Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Hal-Sel), kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Institusi yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pelayanan keamanan dan penegakan hukum itu dinilai gagal menjalankan fungsinya secara maksimal. Bahkan, sebagian warga menilai Polsek Obi sebagai salah satu unit pelayanan dan penanganan perkara terburuk di wilayah Halmahera Selatan. Sabtu, 07/02/2026.


Penilaian tersebut muncul lantaran banyaknya laporan dan aduan masyarakat, baik yang mengandung unsur pidana maupun perdata, yang tak kunjung mendapatkan penyelesaian secara jelas dan profesional. Sejumlah kasus disebut berlarut-larut tanpa kejelasan tindak lanjut, hingga memunculkan kekecewaan mendalam di tengah masyarakat.

“Banyak persoalan yang kami laporkan, mulai dari kasus penganiayaan, sengketa lahan, hingga konflik sosial, tapi seolah hilang tanpa kabar. Tidak ada kepastian hukum,” ujar salah satu warga Obi yang enggan disebutkan namanya, Kamis (05/02/2026).

Warga lainnya bahkan menilai keberadaan Kantor Polsek Obi hanya sebatas simbol fisik semata. Gedung berdiri kokoh, namun minim aktivitas pelayanan. Tak hanya itu, banyak perkara yang dilaporkan tanpa ada kepastian jelas serta proses hukum perkara berlarut-larut membuat kami kebingungan. 

“Kantornya ada, tapi petugas jarang terlihat aktif. Kalau ada masalah, kami seperti dibiarkan menyelesaikan sendiri. Padahal kami berharap polisi bisa jadi penengah yang adil,” ungkap warga lain dengan nada kecewa.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu konflik horizontal di tengah masyarakat. Ketika kehadiran negara melalui aparat penegak hukum tidak dirasakan, masyarakat dikhawatirkan akan mengambil langkah sendiri dalam menyelesaikan persoalan, yang justru bisa berujung pada kekerasan.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Kapolsek Obi, IPDA Daffa Raissa Putra, saat dikonfirmasi secara terpisah pada Jum'at (06/02), mengakui adanya keterbatasan dalam pelaksanaan tugas di wilayah hukum Polsek Obi. Ia menyebutkan bahwa faktor utama yang menjadi kendala adalah kekurangan personel.

“Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam pelayanan. Saat ini jumlah personel sangat terbatas, sementara wilayah Obi cukup luas dengan sebaran desa yang berjauhan,” jelas Ipda Daffa.

Menurutnya, keterbatasan personel berdampak langsung pada jangkauan pelayanan kepolisian, sehingga tidak semua laporan masyarakat dapat ditangani secara cepat dan optimal. Meski demikian, pihaknya mengklaim tetap berupaya menjalankan tugas sesuai kemampuan yang ada.

“Kami terus berusaha memberikan pelayanan terbaik meskipun dengan kondisi yang ada. Harapan kami, ke depan ada penambahan personel agar pelayanan bisa lebih maksimal dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Namun, pernyataan tersebut belum sepenuhnya meredam kekecewaan warga. Masyarakat berharap Polda Maluku Utara maupun Polres Halmahera Selatan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Polsek Obi, termasuk penambahan personel dan peningkatan profesionalisme aparat.

Warga menegaskan, keamanan dan kepastian hukum merupakan hak dasar yang seharusnya dirasakan seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Tanpa perbaikan serius, kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian di wilayah Obi dikhawatirkan akan semakin tergerus.

Redaksi: wan

KALI DIBACA