Maraknya Hiburan Malam di Obi Laiwui, Skrining Kesehatan Kepada Pekerja Hiburan Malam Tak Pernah Dilakukan - Warta Global Malut

Mobile Menu

More News

logoblog

Maraknya Hiburan Malam di Obi Laiwui, Skrining Kesehatan Kepada Pekerja Hiburan Malam Tak Pernah Dilakukan

Monday, 2 February 2026

Hal-Sel, WARTAGLOBAL.id – Menjamurnya tempat hiburan malam berupa karaoke dan kafe di Kecamatan Obi Laiwui, Kabupaten Halmahera Selatan (Hal-Sel), memunculkan kekhawatiran serius terkait aspek kesehatan masyarakat. Pasalnya, hingga kini belum pernah dilakukan skrining kesehatan berkala terhadap para pekerja hiburan malam, khususnya pemandu lagu atau wanita malam, oleh pihak rumah sakit maupun puskesmas yang berada di bawah koordinasi Dinas Kesehatan setempat. Senin, 02/02/2026.


Berdasarkan penelusuran awak media, meski aktivitas hiburan malam di wilayah Obi Laiwui berlangsung hampir setiap hari dan melibatkan banyak pekerja perempuan, namun program skrining kesehatan seperti VCT (Voluntary Counseling and Testing) untuk HIV/AIDS serta pemeriksaan penyakit menular seksual (PMS) lainnya di tempat hiburan malam tidak pernah dilaksanakan secara rutin maupun terjadwal.

Padahal, skrining kesehatan melalui pemeriksaan tes darah HIV dan sifilis, serta pemeriksaan dahak untuk mendeteksi Tuberkulosis (TBC), merupakan program penting dalam upaya pencegahan penularan penyakit menular. Program ini bersifat sukarela, namun dalam praktiknya sangat dianjurkan, bahkan dapat diwajibkan oleh Dinas Kesehatan atau pengelola tempat usaha hiburan demi melindungi pekerja dan masyarakat luas.

Minimnya pengawasan dan absennya skrining kesehatan tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko penyebaran HIV/AIDS dan PMS di wilayah Obi, terlebih mobilitas pekerja hiburan malam yang tinggi dan kurangnya edukasi kesehatan seksual yang memadai.

Saat dikonfirmasi, Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Obi, dr. Diky Hardiansyah, yang juga bertanggung jawab terhadap jangkauan pelayanan kesehatan di wilayah Obi, mengakui bahwa hingga saat ini pihaknya belum pernah melaksanakan kegiatan skrining kesehatan khusus bagi pekerja hiburan malam.“Untuk kegiatan skrining kesehatan berkala seperti VCT terhadap pekerja hiburan malam, memang belum kami laksanakan,” ujar dr. Diky kepada awak media.

Ia menambahkan, selama ini kegiatan pemeriksaan kesehatan serupa lebih sering dilakukan oleh petugas dari puskesmas terdekat, itupun bersifat insidental dan tidak secara khusus menyasar pekerja di tempat hiburan malam.“Kegiatan seperti itu biasanya dilakukan oleh puskesmas, bukan rumah sakit, dan juga belum terprogram secara khusus untuk pekerja karaoke atau kafe,” tambahnya.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai komitmen lintas sektor antara fasilitas kesehatan, Dinas Kesehatan, serta pengelola tempat hiburan malam dalam menjalankan program pencegahan penyakit menular. Sejumlah pihak menilai, tanpa langkah preventif yang serius, daerah Obi berpotensi menghadapi persoalan kesehatan publik yang lebih besar di masa mendatang.

Redaksi: wan

KALI DIBACA