Dari Ladang ke Ruang Dialog: Harita Nickel Buka Tahun 2026 Bersama Petani Binaan Kecamatan Obi - Warta Global Malut

Mobile Menu


More News

logoblog

Dari Ladang ke Ruang Dialog: Harita Nickel Buka Tahun 2026 Bersama Petani Binaan Kecamatan Obi

Thursday, 1 January 2026


WARTAGLOBAL — Menyambut pergantian tahun baru 2026, PT Harita Nickel melalui tim Corporate Social Responsibility (CSR) menggelar diskusi terbuka bersama para petani binaan di Kecamatan Obi. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu malam, 31 Desember 2025, bertempat di Kantor Perwakilan Harita Nickel di Jikotamo. Acara tersebut menjadi momentum refleksi akhir tahun sekaligus ruang dialog partisipatif antara perusahaan, Pemerintah dan para pelaku pertanian lokal.

Diskusi terbuka dengan tema "KADADIYE KEMBALI KEARIFAN KAMPONG" atau "MENGHIDUPKAN KEMBALI KEARIFAN LOKAL" ini tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi antara Harita Nickel dan petani binaan, tetapi juga dirancang sebagai wadah untuk mendengar secara langsung keluh kesah, pengalaman, serta perjuangan petani sepanjang tahun 2025. Mulai dari tantangan cuaca, ketersediaan sarana produksi pertanian, hingga proses merawat tanaman agar dapat menghasilkan panen yang maksimal, seluruh persoalan disampaikan secara terbuka dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.

Rangkaian acara diskusi berlangsung selama kurang lebih dua jam, dimulai pada pukul 21.00 WIT hingga 23.00 WIT. Diskusi dipandu secara santai namun tetap terarah, sehingga para petani dapat menyampaikan pandangan dan masukan tanpa sekat. Setelah sesi diskusi selesai, acara dilanjutkan dengan makan bersama hingga pukul 00.00 WIT, sambil menunggu momen lepas sambut tahun baru 2026. Kebersamaan ini semakin memperkuat rasa kebersamaan dan komitmen untuk terus bersinergi di masa mendatang.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, perwakilan CSR Harita Nickel, Arbain, menyampaikan bahwa diskusi terbuka ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan sektor pertanian di wilayah lingkar tambang, khususnya di Kecamatan Obi. Menurutnya, keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari bantuan fisik yang diberikan, tetapi juga dari sejauh mana perusahaan mau mendengar dan memahami kebutuhan nyata masyarakat.

“Melalui diskusi ini, kami ingin mendengar langsung apa yang dirasakan petani selama tahun 2025. Apa saja tantangannya, apa yang sudah berjalan baik, dan apa yang masih perlu diperbaiki. Semua masukan ini menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar dalam menyusun target dan program CSR pertanian Harita Nickel di tahun 2026,” ujar Arbain.

Sementara itu, Ketua Koperasi Tani Bersatu Milenial, Darwan Adu Hasan, dalam paparannya mengapresiasi inisiatif Harita Nickel yang secara konsisten membuka ruang dialog dengan petani. Ia menilai pendekatan diskusi terbuka seperti ini sangat penting untuk membangun kepercayaan dan memastikan program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan.

“Petani bukan hanya butuh bantuan, tetapi juga butuh didengar. Diskusi malam ini menunjukkan bahwa Harita Nickel tidak berjalan sendiri, melainkan mengajak petani sebagai mitra untuk bersama-sama merencanakan masa depan pertanian di Obi,” ungkap Darwan.

Senada dengan itu, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Obi, Hamka Kamarullah, menekankan pentingnya kolaborasi antara perusahaan, koperasi, penyuluh, dan petani. Menurutnya, sinergi yang baik akan mempercepat peningkatan kapasitas petani, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun manajemen usaha tani.

Dalam sesi diskusi, salah satu pelaku pertanian di Kecamatan Obi juga menyampaikan pengalamannya selama tahun 2025. Ia menceritakan bagaimana proses merawat tanaman membutuhkan kesabaran, ketekunan, serta dukungan berkelanjutan, terutama dalam menghadapi perubahan cuaca dan keterbatasan sarana produksi. Harapannya, di tahun 2026 program pendampingan dan dukungan terhadap petani dapat semakin ditingkatkan, terutama pada penyerapan hasil pertanian di wilayah industri.
 
Menutup kegiatan tersebut, tim CSR Harita Nickel menyampaikan garis besar target dan rencana program pertanian untuk tahun 2026, yang akan difokuskan pada penguatan kelembagaan petani, peningkatan produktivitas, serta Hilirisasi hasil pertanian. Dengan semangat kebersamaan di penghujung tahun, diskusi terbuka ini diharapkan menjadi titik awal yang lebih baik dalam membangun pertanian yang mandiri dan berdaya saing di Kecamatan Obi pada tahun 2026.

Reporter : Faldi Usman

KALI DIBACA