WARTAGLOBAL — Obi, 04 Januari 2025 | Rasa kecewa dan hilangnya harapan terhadap perhatian pemerintah akhirnya mendorong Ikatan Keluarga Avanza Bersatu (IKAB) OBI MAYOR untuk mengambil langkah nyata. Organisasi kemasyarakatan ini melakukan perawatan jalan secara mandiri pada rute Jikotamo–Anggai, Kecamatan Obi, pada Sabtu (4/1/2025).
Kegiatan perawatan jalan tersebut meliputi pemotongan rumput di bahu jalan hingga penimbunan sejumlah titik jalan yang berlubang dan rusak parah. Aksi ini dilakukan secara gotong royong oleh para anggota IKAB OBI MAYOR bersama sejumlah pengguna jalan yang selama ini merasakan langsung dampak buruk dari kondisi infrastruktur tersebut.
Diketahui, jalan rute Jikotamo–Anggai merupakan satu-satunya akses darat yang menghubungkan tiga desa, yakni Desa Sambiki, Desa Anggai, dan Desa Aer Mangga menuju berbagai fasilitas publik penting. Jalan ini menjadi jalur utama masyarakat untuk menuju Rumah Sakit Umum (RSU), pelabuhan, hingga Kantor Kecamatan Obi. Ironisnya, selama lebih dari 20 tahun terakhir, ruas jalan ini tidak pernah mendapatkan sentuhan pembangunan yang serius dari pemerintah, baik pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi.
Kondisi jalan yang rusak parah, berlubang, dan dipenuhi semak belukar di sisi kiri dan kanan kerap menghambat aktivitas masyarakat. Tidak jarang, warga mengalami kesulitan saat hendak berobat ke rumah sakit, mengurus administrasi pemerintahan, mendistribusikan hasil pertanian dan kebutuhan pokok, hingga melakukan pelayaran. Pada musim hujan, kondisi jalan semakin memburuk karena genangan air menutupi lubang-lubang besar dan jalanan yang licin sehingga membahayakan pengguna jalan.
Ketua IKAB OBI MAYOR, Bahri, dalam keterangannya menegaskan bahwa kegiatan perawatan jalan ini merupakan bentuk kesadaran dan kepedulian seluruh anggota organisasi terhadap kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat luas. Menurutnya, langkah tersebut terpaksa diambil karena kekecewaan yang telah menumpuk akibat janji-janji perbaikan jalan yang tak kunjung terealisasi.
“Ini adalah bukti bahwa kami sudah terlalu lama menunggu. Janji-janji dari pemerintah, baik pemprov maupun pemkab, terus terdengar setiap tahun, tetapi realisasinya tidak pernah ada. Kami, para pengguna jalan, termasuk IKAB OBI MAYOR, sudah merasa bosan. Akhirnya kami sepakat untuk bergerak sendiri dan melakukan perawatan semampu kami,” ujar Bahri.
Meski demikian, Bahri menegaskan bahwa kegiatan ini bukan untuk menyalahkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk keprihatinan sekaligus panggilan moral. Ia berharap, dengan terpublikasinya kegiatan tersebut, pemerintah dapat membuka mata dan mengetuk pintu hati untuk segera melakukan perbaikan permanen pada ruas jalan Jikotamo–Anggai.
“Kami sadar, apa yang kami lakukan ini hanya bersifat sementara. Kami tetap berharap pemerintah hadir dan mengambil tanggung jawabnya untuk membangun akses jalan yang layak bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Bendahara IKAB OBI MAYOR, Asbar, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa seluruh sumber anggaran kegiatan perawatan jalan ini berasal dari partisipasi sukarela para pengguna jalan serta iuran anggota IKAB OBI MAYOR. Tidak ada bantuan dari pihak manapun, termasuk pemerintah.
“Semua biaya murni swadaya. Anggota IKAB dan masyarakat yang peduli ikut berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing. Ini murni gerakan sosial demi kepentingan bersama,” jelas Bays, sapaan akrabnya.
Aksi IKAB OBI MAYOR ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Banyak warga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi alarm keras bagi pemerintah agar tidak lagi menutup mata terhadap kondisi infrastruktur dasar yang sangat vital bagi kehidupan masyarakat di Kecamatan Obi.
Reporter : Faldi Usman
KALI DIBACA