Menikmati Panen Raya dan Penanaman Perdana Padi, Warga Desa Buton Kolaborasi Dorong Petani Milenial - Warta Global Malut

Mobile Menu

More News

logoblog

Menikmati Panen Raya dan Penanaman Perdana Padi, Warga Desa Buton Kolaborasi Dorong Petani Milenial

Thursday, 22 January 2026

Hal-Sel, WARTAGLOBAL.id - Warga Desa Buton, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Hal-Sel), merasakan suasana penuh semangat dan optimisme saat menggelar panen raya sekaligus penanaman perdana tanaman padi. Kegiatan yang dilaksanakan secara gotong royong ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara petani lokal, generasi milenial, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Obi, Pemerintah Desa Buton, serta dukungan Harita Nickel melalui program pemberdayaan masyarakat. Kamis, 22/01/2026.

Panen raya yang berlangsung di lahan persawahan Desa Buton tersebut tidak hanya menjadi simbol keberhasilan kerja keras petani, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama dalam mendorong sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan desa. Kehadiran petani milenial memberi warna baru dalam pengelolaan pertanian, sekaligus menghadirkan harapan akan keberlanjutan pertanian yang lebih modern, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Di bawah semangat kebersamaan Komunitas Pelangi Obi yang dipimpin Darwan Adu Hasan, bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Obi di bawah kepemimpinan Hamka Kamarullah, dua kelompok tani di Desa Buton berhasil mencatatkan tonggak penting dalam pengembangan sektor pertanian. Kelompok Tani Batu Putih dan Kelompok Tani Akemoriri kini bersiap menikmati Panen Raya sekaligus Penanaman Perdana padi tahun 2026 sebagai wujud nyata tanggung jawab masyarakat lingkar tambang dalam memperkuat ketahanan pangan lokal.

Panen raya tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 24 Januari 2026, di atas lahan seluas 10,5 hektare yang saat ini telah ditanami padi produktif. Kegiatan ini rencananya akan dihadiri langsung oleh Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Basam Kasuba, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Halmahera Selatan, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Keberhasilan pengelolaan lahan pertanian ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk kontribusi nyata Harita Nickel melalui program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat atau community development. Perusahaan tambang yang beroperasi di Pulau Obi tersebut dinilai konsisten mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya melalui sektor pertanian yang berkelanjutan.

Superintendent Comdev Harita Nickel, Suryo Aji, menyampaikan bahwa pihak perusahaan berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan pertanian di Desa Buton. Menurutnya, pertanian merupakan sektor strategis yang mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat lingkar tambang. “Harita Nickel akan terus hadir mendampingi petani, baik melalui pendampingan teknis, penyediaan sarana produksi, maupun penguatan kelembagaan kelompok tani,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Pelangi Obi, Darwan Adu Hasan, mengungkapkan bahwa panen raya ini merupakan hasil kerja kolektif antara petani, penyuluh pertanian, pemerintah desa, serta dukungan sektor swasta. Ia menilai keberhasilan mengelola lahan seluas 10,5 hektare menjadi modal awal yang sangat baik untuk pengembangan pertanian padi di Desa Buton.

Lebih lanjut, Darwan memaparkan bahwa pihaknya menargetkan perluasan lahan tanam hingga mencapai sekitar 200 hektare ke depan. Target tersebut diyakini dapat tercapai apabila kolaborasi lintas sektor terus terjaga dan mendapat dukungan kebijakan yang kuat dari pemerintah daerah.

Kepala BPP Kecamatan Obi, Hamka Kamarullah, turut mengapresiasi semangat petani, khususnya petani milenial, yang terus belajar dan beradaptasi dengan teknologi pertanian. Ia berharap keberhasilan Desa Buton dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kecamatan Obi dalam mengoptimalkan potensi lahan pertanian yang ada.

Dengan terlaksananya panen raya dan penanaman perdana padi tahun 2026 ini, Desa Buton diharapkan mampu tumbuh menjadi salah satu sentra produksi padi di Pulau Obi, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Redaksi: wan

KALI DIBACA