WARTAGLOBAL.ID — Kondisi jalan lintas provinsi Sayoang–Yaba, Kabupaten Halmahera Selatan, kian memprihatinkan dan kini berada pada titik yang tidak bisa lagi ditoleransi. Putusnya akses jalan akibat banjir bukan hanya menghambat mobilitas warga, tetapi telah mengancam keselamatan jiwa, setelah seorang warga yang sakit terpaksa dipindahkan dari satu mobil ke mobil lain demi bisa mencapai RSU Marabose, Kamis 29/01.
Peristiwa ini terjadi karena kendaraan tidak dapat melintasi ruas jalan yang tergerus banjir dan luapan sungai. Pasien harus diturunkan dan dipindahkan secara manual di lokasi jalan putus, sebuah kondisi yang mencerminkan gagalnya negara menjamin akses dasar layanan kesehatan bagi rakyatnya.
Ironisnya, kerusakan jalan ini bukan persoalan baru. Warga telah bertahun-tahun menyuarakan keluhan, namun hingga kini Pemerintah Provinsi Maluku Utara belum menunjukkan langkah nyata. Setiap musim hujan, banjir kembali memutus jalan, dan masyarakat kembali menanggung penderitaan yang sama—tanpa kepastian penanganan permanen.
Seorang warga Desa Yaba yang identitasnya dirahasiakan mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, jalan Yaba–Sayoang telah lama rusak dan tak pernah benar-benar diperhatikan.
“Jalan ini sudah lama sekali rusak, tapi tidak pernah ditangani serius. Kalau orang sakit, harus turun mobil dan pindah mobil karena jalan putus dan banjir. Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jalan ini dan membangun jembatan,” tuturnya penuh harap.
Sebagai pemegang kewenangan atas jalan lintas provinsi, Pemerintah Provinsi Maluku Utara tidak bisa terus berdiam diri. Jalan ini adalah urat nadi kehidupan warga, bukan sekadar garis di peta perencanaan. Kelalaian yang dibiarkan berlarut-larut sama artinya dengan membiarkan rakyat mempertaruhkan nyawa di tengah rusaknya infrastruktur.
Masyarakat mendesak Gubernur Maluku Utara untuk turun langsung melihat kondisi jalan Sayoang–Yaba serta mengambil langkah cepat dan konkret, mulai dari penanganan darurat hingga pembangunan permanen. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan diminta untuk aktif mengawal aspirasi warga ke tingkat provinsi agar persoalan ini tidak kembali tenggelam dalam janji.
Jalan putus ini adalah peringatan keras: pembangunan yang abai terhadap keselamatan rakyat hanya akan memperdalam penderitaan dan meruntuhkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Redaksi:
KALI DIBACA