Halmahera Selatan, WartaGlobla.id — Saat sebagian besar warga terlelap dalam tidur, bencana justru datang tanpa aba-aba. Curah hujan tinggi yang mengguyur Kecamatan Bacan Barat Utara sejak Selasa malam hingga Rabu dini hari berubah menjadi petaka bagi warga Desa Yaba, Kabupaten Halmahera Selatan. Sekitar pukul 03.00 WIT, banjir menerjang permukiman, memaksa warga terbangun dalam kepanikan dan menyelamatkan diri dengan apa adanya, Kamis, 22/01.
Air bah membawa serta batu, lumpur, dan tanah dari perbukitan, mengalir deras memasuki rumah-rumah warga. Pagi harinya, Desa Yaba berubah menjadi hamparan lumpur. Jalan-jalan tertutup material banjir, rumah-rumah kotor dan rusak, sementara aroma lumpur basah menyelimuti udara. Tak ada alat berat, tak ada bantuan cepat—yang tersisa hanya warga yang saling menguatkan.
Dengan sekop seadanya dan tangan kosong, warga bergotong royong membersihkan sisa banjir. Di tengah keterbatasan, anak-anak, orang tua, hingga kaum ibu ikut turun ke lumpur. Wajah lelah tak mampu disembunyikan, namun mereka tak punya pilihan lain selain bertahan.
Salah satu warga, Topianus Nita, menuturkan bahwa banjir kali ini meninggalkan luka mendalam bagi desa mereka. Akses jalan setapak berlapis beton yang menjadi urat nadi aktivitas warga dilaporkan patah, terangkat, dan hancur di sejumlah titik. Jalan yang dulu menjadi penghubung antarpermukiman kini tak lagi bisa dilalui.
“Jalan ini satu-satunya akses kami. Sekarang sudah hancur, terangkat semua. Kami benar-benar terisolasi,” ujar Topianus dengan nada getir, Rabu (21/01/2026).
Ia menyampaikan harapan sederhana namun penuh makna: perhatian dan kehadiran pemerintah. Warga Desa Yaba berharap pemerintah daerah tidak hanya melihat bencana ini sebagai angka dalam laporan, tetapi sebagai penderitaan nyata yang dialami masyarakat di pelosok.
“Kami hanya ingin diperhatikan. Kami mohon Pak Bupati dan dinas terkait turun langsung melihat kondisi kami. Jangan biarkan kami berjuang sendiri di tengah lumpur ini,” katanya.
Hingga Rabu siang, belum tampak penanganan darurat maupun bantuan resmi dari pemerintah daerah. Sementara itu, warga Desa Yaba terus bertahan, membersihkan sisa banjir, dan berharap ada uluran tangan sebelum hujan kembali turun dan luka ini kian dalam.
Redaksi:
KALI DIBACA