Membangun Masa Depan Anak Negeri Kawasi: Komitmen Harita Nickel di Momentum Hari Gizi Nasional 2026 - Warta Global Malut

Mobile Menu

More News

logoblog

Membangun Masa Depan Anak Negeri Kawasi: Komitmen Harita Nickel di Momentum Hari Gizi Nasional 2026

Thursday, 29 January 2026
Hal-Sel, WARTAGLOBAL.id – Peringatan Hari Gizi Nasional 2026 menjadi momentum refleksi penting bagi pemenuhan nutrisi generasi muda, khususnya di wilayah lingkar tambang. Bagi Harita Nickel, peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan penguatan komitmen nyata dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah melalui program pemberian makanan bergizi gratis di Desa Kawasi. Kamis, 29/01/2026.

Program tersebut bermula sejak pemindahan sekolah ke Kawasi Baru pada tahun 2023. Saat itu, keterbatasan fasilitas pendukung, termasuk belum tersedianya kantin sekolah, menjadi tantangan serius bagi siswa untuk mendapatkan asupan energi yang cukup selama proses belajar mengajar. Melihat kondisi tersebut, Harita Nickel mengambil peran aktif dengan menghadirkan program pemenuhan gizi yang berkelanjutan.

Community Development Manager Harita Nickel, Broto Suwarso, menjelaskan bahwa program ini lahir dari kebutuhan mendesak akan kesehatan dan konsentrasi belajar siswa. Menurutnya, pemenuhan gizi bukan hanya soal makanan, tetapi fondasi penting bagi produktivitas dan prestasi akademik.

“Tujuan utama kami adalah memenuhi kebutuhan gizi siswa guna mendorong fokus, konsentrasi, dan prestasi akademik. Gizi yang baik adalah fondasi utama produktivitas belajar,” ungkap Broto.

Hingga saat ini, program makanan bergizi gratis tersebut telah menjangkau 232 siswa dari jenjang SMP Loji Permai Kawasi dan SMA Tunas Muda. Selain itu, manfaat program juga dirasakan oleh 22 tenaga pengajar dan petugas keamanan sekolah, serta tim operasional pendukung seperti kondektur bus sekolah.

Distribusi makanan dilakukan secara terjadwal setiap hari sekolah dalam dua tahap. Pada pukul 08.00 WIT, siswa menerima snack sehat untuk menjaga energi di awal pembelajaran. Selanjutnya, makan siang bergizi disajikan pada pukul 10.30 WIT agar daya tahan dan konsentrasi siswa tetap terjaga hingga akhir jam pelajaran.

Menariknya, program ini tidak hanya berdampak pada kesehatan siswa, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar. Harita Nickel melibatkan pelaku UMKM lokal sebagai penyedia katering harian. Untuk menjamin keamanan pangan, perusahaan bekerja sama dengan tim food safety internal guna memastikan kualitas bahan baku dan proses pengolahan makanan sesuai standar.

Dampak positif program mulai terlihat nyata. Berdasarkan data internal perusahaan, tingkat kehadiran siswa menunjukkan tren peningkatan. Para guru dan orang tua pun menyambut baik program tersebut karena merasa lebih tenang terhadap pemenuhan nutrisi anak-anak selama berada di sekolah.

“Tingkat kehadiran siswa cenderung naik. Program ini juga meningkatkan permintaan bahan pangan lokal, yang secara langsung berdampak pada pendapatan petani dan pelaku UMKM,” jelas Broto.

Meski demikian, tantangan tetap menjadi bahan evaluasi. Variasi menu menjadi perhatian agar siswa tidak mengalami kejenuhan. Hal ini mendorong Harita Nickel untuk terus berinovasi dalam penyajian makanan yang sehat, menarik, dan sesuai kebutuhan gizi anak.

Ke depan, Harita Nickel juga memiliki visi besar dalam pengembangan SDM lokal. Perusahaan berencana memperluas layanan sosial lainnya, seperti pemeriksaan dan pengobatan kesehatan gratis ke desa-desa sekitar wilayah operasional.

“Kedepan kita juga melakukan integrasi edukasi, dengan menggabungkan pemberian makanan dengan kampanye pola hidup sehat dan edukasi gizi secara masif. Agenda ini diharapkan menjadi momentum bahwa pemenuhan gizi adalah bentuk kepedulian dan partisipasi bersama. Harita juga menginisiasi secara bertahap pemenuhan variasi gizi dari petani dampingan,” tutup Broto.

Melalui program ini, Harita Nickel berharap dapat mencetak generasi Kawasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara fisik, demi mendukung pembangunan berkelanjutan di Maluku Utara.

Redaksi: wan

KALI DIBACA